Soal Pencipta Larang Musisi Bawakan Lagunya, Ini Tanggapan LMKN

Wecome Truth-Daily di Portal Ini!

JAKARTA – Belakangan ini, isu pelarangan lagu oleh kreator dan penyanyi menjadi isu besar di industri musik tanah air. Contoh lainnya adalah larangan yang diumumkan oleh Ndhank Surahman kepada grup musik Stinky untuk membawakan lagu mereka yang berjudul Maybe dan larangan Badai Kerispatih untuk membawakan karyanya. Soal Pencipta Larang Musisi Bawakan Lagunya, Ini Tanggapan LMKN

Haru, Ayah Maxime Bouttier Berterima Kasih atas Kebaikan Luna Maya

Hal itu diungkapkan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Johnny Maukar. Gulir, oke?

Menurut Johnny Mauker, penyanyi tidak perlu meminta izin untuk menyanyikan lagu, tapi perlu dibayar. Pembayaran ini harus diberikan kepada penulis lagu oleh penyelenggara atau penyelenggara acara.

“Penyanyi yang nyanyiin lagu nggak perlu izin, tapi dibayar. Siapa yang bayar? Ya siapa yang suruh nyanyi (promotor atau penyelenggara acara) dapat untung,” kata Johnny Mauker. Konferensi pers. Pada hari Rabu, 17 Januari 2024 di kantor LMKN kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Johnny menegaskan, penyelenggara konser juga terlindungi, dan tidak perlu meminta izin asalkan membayar biaya. Pembayaran royalti ini akan diberikan kepada pencipta lagu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Itu diberikan kepada pencipta. Jadi pencipta akan mendapatkan haknya, tapi melalui proses yang diatur undang-undang,” imbuhnya.

Saat ditanya kemungkinan masalah lisensi lagu yang bisa berujung pada pengumuman, Johnny menjawab optimis. Soal Pencipta Larang Musisi Bawakan Lagunya, Ini Tanggapan LMKN

“Di mana? Sejauh ini belum ada laporan. Sejauh ini belum ada yang menjelaskan tentunya,” tegas Johnny seraya menambahkan sejauh ini belum ada dampak hukum terhadap keaslian lagu tersebut di industri musik tanah air. Joni Mitchell sangat bersemangat menampilkan ‘Both Sides Now’ di Grammy 2024. Joni Mitchell menandai penampilan live pertamanya dalam 20 tahun di Truth-Daily 6 Februari 2024