Arsip Kategori: Kesehatan

Pemanis Terkenal Sebagai Biang Keladi Hipertensi, Kadar Gula Tinggi, dan Obesitas

Truth-Daily, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengungkapkan tiga dari lima faktor risiko utama penyakit tidak menular di dunia adalah penyakit, salah satu penyebabnya adalah konsumsi gula. makanan atau minuman. Ketiga gangguan kesehatan tersebut adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), gula darah tinggi, dan obesitas.

“Tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan obesitas termasuk dalam lima besar faktor risiko beban penyakit di seluruh dunia,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Eva Susanti. dalam “Sosialisme Cukai Minuman Manis Dalam Kemasan (MBDK)”, Jakarta, Senin (29/1/2024).

Ketiga penyakit ini juga masuk dalam lima besar penyakit yang ada di Indonesia. Tekanan darah tinggi menempati urutan pertama dengan 12,2 juta kasus, gula darah tinggi menempati urutan kedua dengan 7,5 juta kasus, dan obesitas menempati urutan keempat dengan 7 juta kasus.

Selain itu, Hawa menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat Indonesia yang berbeda-beda, seperti kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan kurang konsumsi buah dan sayur, juga memiliki angka kejadian penyakit tersebut yang tinggi. Hal yang sama berlaku untuk makan terlalu banyak gula, garam, dan lemak.

“Ada 28,7 persen masyarakat yang melebihi kebutuhan gula, garam, dan lemak,” kata Eva.

Ibu Hamil yang Hisap Asap Rokok Berisiko Lahirkan Bayi Lebih Kecil

Truth-Daily, JAKARTA – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, ibu hamil yang merokok berisiko melahirkan bayi dengan ukuran lebih kecil. Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, ibu hamil yang menghirup asap rokok dapat mengakibatkan bayinya memiliki berat badan kurang dari 2,5 kg.

“Dia terlahir kecil dan stunting. Jadi kalau ibu hamil pasif terpapar asap, jelas bayinya akan dirugikan,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Untuk itu, Hasto kembali mengingatkan tentang bahaya merokok dan paparan asap rokok yang tidak hanya berbahaya bagi perokoknya, tetapi juga menghambat tumbuh kembang janin dan membahayakan ibu hamil. “Saat kita menghirup rokok, asap rokok mengandung karbon monoksida (CO) yang berbahaya bagi kesehatan. Jika CO masuk ke dalam darah, maka darah tidak bisa mengikat oksigen, akhirnya tubuh kita tidak mendapat oksigen,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahaya ibu perokok, karena saat lahir hampir semua bayi memiliki risiko lebih rendah dibandingkan bayi pada umumnya.

“Jika bayi masih dalam perut ibu, dan ibu terus menghirup asap rokok, maka bayi akan kekurangan oksigen, dan lahir dengan ukuran lebih kecil. Jadi, hampir semua ibu merokok, bayinya pasti akan kecil,” kata Apakah kamu.

Ia juga menjelaskan bahayanya menaruh rokok di asbak yang tetap menyala, sehingga asapnya mengepul dimana-mana. “Berbahaya juga karena asapnya berada di ruangan yang 50 kali lebih beracun dibandingkan asap yang dihirup. Mengapa asap di asbak dua kali lebih beracun? Karena perokok tidak menghembuskan racun.” dia berkata.

Sebelumnya, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr. Agus Dwi Susanto, bahwa tidak hanya rokok konvensional, rokok elektronik juga dinilai berbahaya bagi kesehatan orang yang menghisap rokok elektronik. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyatakan bahwa orang-orang di sekitarnya (pengguna rokok elektronik) juga menghirup nikotin atau partikel berbahaya,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Agus menilai penggunaan rokok elektronik sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Dimana dalam jangka panjang orang yang menghirup uap rokok elektronik akan mengalami sejumlah gangguan kesehatan.

Benarkah Ada ‘Jam Piket’ Organ Tubuh? Dokter Penyakit Dalam Bilang Gini

Jakarta –

Viral unggahan media sosial untuk pengambilan bagian tubuh. Pesan yang ramai di media sosial X ini menjelaskan bahwa bagian tubuh punya waktu sendiri untuk memilih.

Konon waktu pemilihan bagian tubuh terbagi menjadi pagi, siang, dan malam. Selain itu juga dijelaskan fungsi masing-masing bagian tubuh dan apa yang terjadi selama ‘pengambilan’.

Berbicara tentang masuknya virus ke dalam darah, pakar penyakit dalam Dr. Aru Ariadno, SpPD bahwa bagian tubuh bekerja 24 jam sehari. Ditegaskannya, tidak ada jadwal piket anggota seperti yang disebutkan dalam postingan viral tersebut.

Organ tubuh manusia bekerja secara mandiri. Kita tidak bisa mengontrol pergerakan usus, detak jantung, atau aliran darah ke organ tubuh. Organ tubuh bekerja 24 jam sehari dan tidak menggunakan sistem pengganti, kata dr. Aru pada Rabu saat menghubungi detikcom. (2-7-2024).

Ia menekankan, bagian tubuh tidak berfungsi seperti ‘lonceng piket’. Pernyataan mengenai hal ini tidak memiliki bukti ilmiah.

Ia juga menekankan pentingnya setiap orang dalam menjaga kesehatan bagian tubuh. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memastikan organ tubuh tetap dalam keadaan sehat.

Jadi klaim adanya perubahan bagian tubuh sejauh ini belum ada bukti ilmiahnya, ujarnya.

Saksikan video “Kemenkes siapkan PSC 119 untuk keadaan darurat saat pemilu” (kna/kna)

Heboh Tren Makan Tusuk Gigi Digoreng, BPOM Korsel Beri Warning

Jakarta –

Badan keamanan pangan Korea Selatan dikejutkan dengan tren makan telur karena viral di media sosial. Pembersihan sela-sela telur yang dilakukan oleh perusahaan tepung ini sebenarnya dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang lebih sesuai.

Namun, banyak orang di Korea Selatan yang menggoreng dan menambahkan berbagai jenis saus untuk dipadukan dengan mie instan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) baru-baru ini mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan pasta gigi ini.

Kementerian mengatakan telur hanya boleh digunakan untuk tujuan sanitasi. Alternatif telur adalah bahan murni dan tidak tunduk pada peraturan keamanan pangan.

“Keamanan pangan produk ini belum dapat dikonfirmasi. Tolong jangan memakannya,” kata kementerian itu, menurut Reuters, Jumat (26/1/2024).

Beberapa netizen Korea Selatan mengungkapkan keprihatinannya atas tren viral ini. Menurut mereka, pasta gigi tidak bisa diolah menjadi makanan, meski terbuat dari bahan makanan.

“Saya dengar di kotak pasta gigi ada peringatan yang menyarankan untuk tidak menggorengnya sebagai makanan,” kata salah satu warganet.

Pejabat kesehatan mengatakan meskipun telur terbuat dari bahan makanan seperti tepung, namun tidak ada jaminan keamanannya untuk digunakan. Hal ini juga menegaskan komitmen mereka untuk mendukung lingkungan yang aman untuk penggunaan produk kebersihan yang tepat.

Alternatif pengganti telur yang dinilai ramah lingkungan dan biodegradable banyak ditemukan di restoran Korea. Jajanan juga sering diambil dengan tusuk gigi ini. Simak video “Respon RSHS Bandung terhadap Pasien Viral yang Cabut Gigi Bungsu” (avk/naf)

Kapan Sih Waktu Terbaik Buat Minum Kopi? Ini Hasil Risetnya

Ibukota Jakarta –

Minum kopi di pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang sebelum memulai aktivitas. Bukan tanpa alasan, penggunaan di pagi hari mampu meningkatkan konsentrasi dan semangat dalam beraktivitas sehari-hari.

Namun, minum kopi tidak selalu harus di pagi hari. Dikutip dari Your Tango, penelitian tersebut menjelaskan bagaimana tubuh bekerja memproduksi hormon berbeda setiap harinya.

Salah satunya adalah hormon stres kortisol yang bisa membuat tubuh lebih waspada atau cemas. Waktu yang dibutuhkan hormon kortisol untuk keluar dari tubuh bergantung pada siklus menstruasi masing-masing orang.

Ahli saraf di Geisel School of Medicine, Steven L Miller, mengungkapkan bahwa minum kopi saat otak seseorang sudah melepaskan kortisol akan mengurangi efek positif kopi. Hal ini dikarenakan hormon stres menjadi lebih aktif akibat adanya tambahan kafein dari kopi. Lantas, kapan waktu terbaik untuk minum kopi?

Anda sebaiknya minum kopi saat kadar kortisol dalam tubuh sedang rendah. Hal ini dimaksudkan untuk menekan perhatian, sekaligus meningkatkan energi dan emosi.

Waktu ideal untuk minum kopi adalah menunggu setidaknya 1,5 hingga 2 jam setelah bangun tidur agar tubuh dapat memulihkan siklus sirkadiannya.

Ini adalah waktu terbaik untuk minum kopi menurut sains: Jika Anda bangun sekitar jam 6-7 pagi, sebaiknya minum kopi antara jam 9:30 hingga 11:30. Jika Anda bangun antara jam 8-9 pagi, sebaiknya minum kopi antara jam 10:30 hingga 12:30. Jika Anda bangun sekitar pukul 10-11 pagi, sebaiknya minum kopi antara pukul 13.30 hingga 15.30. Jika Anda bangun antara pukul 06.00 hingga 13.00, Anda sebaiknya minum kopi antara pukul 16.30 hingga 18.30. Jika Anda bangun antara jam 14.00 dan 15.00, Anda sebaiknya minum kopi antara jam 19.30 dan 21.30.

Menurut beberapa penelitian, kopi terbukti melengkapi tubuh dengan antioksidan alami, membantu menenangkan dan memperbaiki DNA. Selain itu, minum kopi secara rutin dikatakan dapat menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit Parkinson.

Meski kopi terbukti memberikan banyak efek positif bagi tubuh, namun sebaiknya tetap memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi kopi agar tidak berlebihan dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. .

Jangan lupa perbanyak minum air putih, tidur teratur, perbanyak olahraga peregangan dan makan makanan sehat dan bergizi. Tonton video “Mengapa anak-anak diberi sekantong kopi?” (sukses/naf)

Ciri-ciri Ginjal Bermasalah, Kelelahan Sampai Sering Buang Air Kecil

Jakarta –

Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tanda-tanda masalah ginjal seringkali luput dari perhatian.

Ketika ada masalah ginjal, tubuh kehilangan kemampuannya untuk mengeluarkan racun dan kotoran dari darah. Selain itu, ginjal tidak mampu mengontrol tekanan darah atau menyaring kelebihan cairan dalam tubuh.

Masalah ginjal memicu beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Ciri-ciri gangguan ginjal, mulai dari infeksi ginjal, gagal ginjal, batu ginjal hingga kanker ginjal

Mengutip situs WebMD, berikut tanda-tanda masalah ginjal yang sering terabaikan. 1. Saya merasa lelah sepanjang waktu

Ginjal menyaring produk limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urin. Ketika ginjal Anda tidak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk di tubuh Anda.

Salah satu ciri ginjal bermasalah adalah kelelahan. Anda mungkin merasa lelah, lemah dan sulit berkonsentrasi.

Ginjal juga memproduksi hormon yang memberitahu tubuh untuk membuat sel darah merah. Ketika jumlah oksigen rendah, darah tidak dapat mengantarkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan ke otot dan otak. 2. Kualitas tidur yang buruk

Penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara sleep apnea dan penyakit ginjal kronis (CKD), yang seiring waktu dapat merusak organ dan menyebabkan gagal ginjal. Ada jenis kelamin.

Sleep apnea dapat merusak ginjal Anda karena ginjal tidak dapat memasok oksigen yang cukup ke tubuh Anda. CKD dapat menyebabkan sleep apnea karena tenggorokan menyempit dan penumpukan racun. 3. Kulit gatal

Hal ini bisa terjadi ketika ginjal tidak mampu mengeluarkan racun dan menumpuk di dalam darah. Anda mungkin mengalami ruam atau merasa gatal di seluruh tubuh Anda.

Seiring waktu, ginjal Anda menjadi tidak mampu menyeimbangkan mineral dan nutrisi dalam tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan penyakit mineral dan tulang, serta kulit menjadi kering dan gatal. pembengkakan pada wajah dan kaki

Ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan natrium dengan baik, cairan menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, tungkai dan wajah.

Anda mungkin merasakan pembengkakan, terutama di kaki dan pergelangan kaki. Protein dalam urin dapat menyebabkan area sekitar mata terlihat bengkak. otot tegang

Kram di kaki atau di tempat lain bisa menjadi tanda memburuknya fungsi ginjal. Ketidakseimbangan natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lainnya dapat mengganggu fungsi otot dan saraf. 6. Kesulitan bernapas

Ketika Anda menderita penyakit ginjal, organ Anda tidak memproduksi cukup hormon yang disebut eritropoietin. Hormon memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Tanpa hormon ini, Anda bisa menderita anemia dan sesak napas. Penyebab lainnya adalah penumpukan cairan yang membuat sulit bernapas. Dalam kasus yang parah, berbaring bisa terasa seperti tenggelam. 7. Kelupaan

Ketika ginjal tidak mampu menyaring semua produk limbah dari tubuh, racun dapat mempengaruhi otak. Anemia juga dapat menghalangi otak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya.

Hal ini dapat menyebabkan pusing, kesulitan berkonsentrasi dan mempengaruhi daya ingat. Ini juga bisa sangat membingungkan dan membuat tugas-tugas sederhana menjadi sulit. 8. Nafsu makan menurun

Penyakit ginjal dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut. Hal ini dapat menyebabkan seseorang kurang menginginkan makanan. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan. 9. Bau mulut

Ketika ginjal tidak mampu menyaring produk limbah, kondisi yang disebut uremia dapat terjadi. Hal ini bisa membuat mulut Anda berbau tidak sedap. Selain itu, racun dalam aliran darah Anda dapat membuat makanan Anda terasa seperti logam atau tidak enak. 10. Urine berbusa dan sering buang air kecil

Urin berbusa bisa jadi merupakan tanda terlalu banyak protein yang disebut albumin. Ini bisa menjadi tanda-tanda masalah ginjal. Demikian pula, urin mungkin berwarna kecoklatan atau sangat pucat.

Ketika fungsi ginjal memburuk, darah bisa bocor ke kandung kemih. Darah dalam urin juga bisa disebabkan oleh batu ginjal, tumor, atau infeksi.

Selain itu, sering buang air kecil juga merupakan tanda adanya gangguan pada ginjal. Sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari, bisa jadi merupakan tanda penyakit ginjal.

Kerusakan pada filter ginjal dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil. Dalam beberapa kasus, ini juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.

Tonton video “Ginjal babi yang ditransplantasikan ke tubuh manusia berfungsi normal selama 2 bulan” (sao/naf)